PEMASARAN CERUK PRODUK SUSU APPATON
Pemasaran
ceruk adalah kelompok yang diidentifikasi secara lebih sempit dibandingkan
segmen pasar, khususnya pasar kecil yang kebutuhannya sedang tidak terlayani
atau terlayani dengan tidak baik. Pemasar biasanya mengidentifikasi ceruk
dengan membagi – bagi sebuah segmen menjadi sub segmen atau dengan menetapkan
suatu kelompok yang memiliki sekumpulan ciri yang berbeda yang mungkin mencari
gabungan manfaat khusus.
Kita tahu
bahwasanya pangsa pasar ceruk, Adalah pasar yang tidak digarap oleh perusahaan
pada umumnya. Pasar ini sangat menggiurkan dikarenakan adanya peluang besar dari
sebuah konsumen yang tidak digarap oleh perusahaan pada umumnya. Dengan dalih
iming-iming sebuah produk yang berbeda atau produk yang belum ada pada sebuah
pasar. Membuat pemasaran ini akan cepat dilirik, atau diminati konsumen. Bukan
hanya itu, harga yang relatif murah untuk ceruk yang diperuntukkan bagi
kalangan kebawah juga kuwalitas yang sedikit mirip dengan barang asli yang terbilang
tidak bisa dijangkau oleh kalangan kebawah. Menambah ceruk pasar ini kian
diminati oleh konsumen.
Seperti halnya
dengan produk susu yang satu ini, Disaat produsen-produsen susu menawarkan akan
susu nutrisi, atau susu pelangsing badan, akan tetapi berbeda dengan yang
dilakukan produk susu apaton. mereka melihat pasar ceruk yang sama-sekali tidak
ada yang menggarapnya. Yaitu pasar susu bubuk untuk penggemuk badan. Diantara bayang-bayang kegagalan telah
membayang-bayangi. Dilihat sendiri bahwa fakta yang ada persaingan produk susu
bubuk yang paling diminati adalah susu untuk anak, ibu hamil, dan susu
pelangsing untuk wanita. Sedangkan susu bubuk untuk penggemuk jelas terasa
konyol dan aneh jika ada yang mau menggarap. Menurut pemikiran yang ada
dilapangan, orang-orang akan mati-matian berdiet unuk mendapatkann tubuh yang
ideal. Berbeda dengan yang lain. Produk ini menawarkan susu dengan asupan gizi
yang pas untuk penggemukan badan. Tentu saja yang digarap adalah orang-orang
yang tubuhnya kurus dan sangat tidak percaya diri dengan postur yang
dimilikinya. Sangat berlawanan, Namun hasilnya, perusahaan appaton berhasil
keras dengan menggarap ceruk pasar ini.
2.PEMBAHASAN
Pada awalnya, mayoritas produk susu
bubuk diindonesia adalah produsen-produsen besar yang mengincar segmen pasar
menggiurkan diindonesia, mengingat indonesia sendiri adalah negara yang belum
banyak mempunyai produsen susu, produk susu seakan menjadi barang mewah
berhubung semuanya adalah barang-barang yang didatangkan dari luar, walaupun
sudah ada satu atau dua produsen raksasa luar negeri yang telah membangun
pabriknya didalam negeri,
Mayoritas,
segmen pasar susu yang di garap di indonesia adalah pasar produk susu yang
diperuntukan untuk nutrisi bagi balita, untuk membantu tumbuh kmebang anak-anak, susu remaja sebagai pelangsing
tubuh dan kesehatan, dan yang terakhir adalah susu yang khusus diformulasikan
untuk ibu hamil, dan ibu yang sedang menyusui. Persaingan pasar susu di
indonesia adalah persaingan para raksasa produsen besar dunia. Sebut saja
seperti Frisian dari Belanda, Nestle dari swiss, Morinaga dari Jepang
yang didukung Kalbe mroup mead Johnson dari Amerika, Fonterra dari new zealand,
Sari husada dan masih banyak lagi. Mulai dari susu untuk nutrisi anak, hingga dewasa, susu
untuk ibu hamil, susu untuk orang tua lanjut usia, dan tak luput juga susu
untuk wanita remaja atau dewasa yang menginginkan penunjang diet yang rata-rata
wanita melakukanya, sebagai penunjang penampilan dan menambah percaya diri pada
wanita.
Disinilah,
sebuah perusahaan kerdil asal malaysia melihat ceruk pasar yang tidak digarap, bahkan
terabaikan oleh produsen-produsen raksasa. Sebuah susu bubuk untuk penggemuk
badan, disaat semua produsen menggarap pasar produk susu yang di peruntukkan
untuk pelangsing tubuh, yang dedikasikan untuk orang-orang dengan postur tubuh
gemuk. Produk susu appaton mengeluarkan produk Appaton Weigt-gein yang
diformulasikan khusus untuk oarang-orang yang kurang percayadiri dengan postur
tubuh kurus. Ibarat sebuah kawanan hewan yang berjalan bersama-sama menuju arah
utara, susu bubuk Appeton ini malah sebaliknya yang melawan arah. Namun, reaksi
positive dari konsumen terlihat. Appaton sekarang menjadi salah satu raksasa
susu bubuk di indonesia, susu yang hanya dijual di apotik ini, menandakan bahwa
susu appaton adalah susu yang bagus untuk kesehatan dan dianjurkan oleh dokter
yang didedikasikan untuk orang-orang berpostur kurus yang mempunyai keinginan
untuk memiliki postur gemuk.
Dari
segi pemasaran, susu appaton adalah termasuk nyleneh dan begitu terlihat
melawan arus trend saat ini. Dengan inovasinya untuk menambah berat badan,
adalah upaya yang beresiko jika dijalankan, dan akan berbuah manis jika
berhasil. Untuk lebih detailnya susu
Appaton merupakan produk susu yang secara khusus diformulasikan untuk mempercepat dan membantu penambahan
berat badan, dengan kandungan nutrisi lengkap yang dibutuhkan tubuh untuk
berkembang. Appeton dibutuhkan bagi orang yang sulit untuk menambah berat badan
dengan hanya mengandalkan asupan makan saja. Dengan Appeton berat badan ideal
bisa dicapai sehingga badan lebih sehat dan tampil lebih proporsional.[3]
3.
KESIMPULAN
Pasar ceruk begitu menggiurkan untuk digarap,
namun kegagalan dengan prosentase besar menjadi resiko yang harus diterima oleh
siapa saja yang memilih pemasaran ceruk ini. Tentunya produsen harus jeli dalam
melihat pasar dan mencari sekecil apapu peluang yang ada dalam pasar.
Bukan hanya itu, inovasi-inovasi baru harus
digagas sebuah perusahaan yang mengambil pemasaran ceruk ini. Seperti contoh
susu appaton. mereka jeli dalam melihat pasar,
mereka melihat peluang dalam pasar yang sama sekali belum dieksploitasi
oleh produsen-produsen susu pada umumnya.
Barulah, mereka berinovasi untuk membuat susu
bubuk yang berbeda dengan yang lain. Inovasi yang diformulasikan khusus bagi
orang-orang dengan kebutuhan ntuk menggemukan badan, yang rata-rata mereka
tidak percayadiri dengan memiliki postur kurus. Disinalah, pemasaran ceruk
produk susu appaton sukses. Dan hasil manispun bisa dinikmati oleh produsen
produk susu Appaton.

Post a Comment
Post a Comment