Menu
  • About
  • Contact
  • More
    • Menu 1
    • Menu 2
    • Menu 3
    • Menu 4
  • Menu
  • twitter
  • facebook
  • google
  • rss
  • linkedin
  • dribbble
  • pinterest

nn

Komik Lincung comic. Powered by Blogger.

Labels

  • ARTIKEL
  • ARTWORK
  • Chanel & Conect
  • KOMIK
  • MANUAL ART
  • ORDER
  • VIDEO

Labels

  • ARTIKEL
  • ARTWORK
  • Chanel & Conect
  • KOMIK
  • MANUAL ART
  • ORDER
  • VIDEO

Popular Post

  • Pesanan Desain Pencak Silat Bunga Islam PONOROGO
    Pesanan desain kaos untuk project kaos pencak silat Bunga islam PONOROGO berikut saya lampirkan gambar desainya. Pesan desain kep...
  • PEMASARAN NICHE/CERUK SUSU APPATON (periklanan)
    PEMASARAN CERUK PRODUK SUSU APPATON           Pemasaran ceruk adalah kelompok yang diidentifikasi secara lebih sempit dibanding...
  • Pelanggaran dalam periklan Indonesia
    Kurangnya pengawasan periklanan, atau belum adanya aturan-aturan baku sebagai kitab suci periklanan indonesia, membuat produsen atau Biro I...
  • ARTwork
    This artwork For sale!
  • Budidaya Jangkrin untuk pakan burung
    Dewasa ini pada masa krisis ekonomi di Indonesia, budidaya jangkrik (Liogryllus Bimaculatus) sangat gencar, begitu juga dengan seminar-s...
  • Galau #Vine2 #Funnyvideo
  • Kembangan dan sabung PSHT
    Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) atau yang dikenal dengan SH Terate adalah suatu persaudaraan "perguruan" silat yang bert...
  • Draw UFO, Doodle Art
    Menggambar ufo dengan tehnik doodle art. subscribe me here,  klik disini  untuk suscribe.
  • Melukis Dinosaurus
    Yang ini dalah saya mencoba untuk melukis suatu yang ganas dan menyeramkan dengan menggambar Dinosaurus bringas satu ini. nih monggo diwaf...
  • ROKOK AJAIB!!! #Vine2 #Funnyvideo

archive

Pages

  • Home

About Me

Unknown
View my complete profile

Weather

  • Beranda
  • Komik
  • Video
  • Artikel
  • Manual art
  • Artwork
  • Order
  • Chanel & Conect
Home ARTIKEL VIDEO

Tari jaranan, bermula dari saembara cinta, dewi songgo langit

0 ARTIKEL, VIDEO 09:31:00
A+ A-
Print Email






Raja Airlangga memiliki seorang putri yang bernama Dewi Sangga Langit. Dia adalah orang kediri yang sangat cantik. Pada waktu banyak sekali yang melamar, maka dia mengadakan sayembara. Pelamar-pelamar Dewi Songgo Langit semuanya sakti. Mereka sama-sama memiliki kekuatan yang tinggi. Dewi Songgo Langit sebenarnya tidak mau menikah dan dia Ingin menjadi petapa saja. Prabu Airlangga memaksa Dewi Songgo Langit Untuk menikah. Akhirnya dia mau menikah dengan satu permintaan. Barang siapa yang bisa membuat kesenian yang belum ada di Pulau Jawa dia mau menjadi suaminya.

Ada beberapa orang yang ingin melamar Dewi Songgo Langit. Diantaranya adalah Klono Sewandono dari Wengker, Toh Bagus Utusan Singo Barong Dari Blitar, kalawraha seorang adipati dari pesisir kidul, dan 4 prajurit yang berasal dari Blitar. Para pelamar bersama-sama mengikuti sayembara yang diadakan oleh Dewi Songgo Langit. Mereka berangkat dari tempatnya masing-masing ke Kediri untuk melamar Dewi Songgo Langit.

Dari beberapa pelamar itu mereka bertemu dijalan dan bertengkar dahulu sebelum mengikuti sayembara di kediri. Dalam peperangan itu dimenangkan oleh Klana Sewandono atau Pujangganom. Dalam peperangan itu Pujangganom menang dan Singo Ludoyo kalah. Pada saat kekalahan Singo Ludoyo itu rupanya singo Ludoyo memiliki janji dengan Pujangganom. Singa Ludoyo meminta jangan dibunuh. Pujangganom rupanya menyepakati kesepakatan itu. Akan tetapi Pujangganom memiliki syarat yaitu Singo Barong harus mengiring temantenya dengan Dewi Sangga Langit ke Wengker.

Iring-iringan temanten itu harus diiringi oleh jaran-jaran dengan melewati bawah tanah dengan diiringi oleh alat musik yang berasal dari bambu dan besi. Pada zaman sekarang besi ini menjadi kenong. Dan bambu itu menjadi terompet dan jaranan.

Dalam perjalanan mengiringi temantenya Dewi Songgo Langit dengan Pujangganom itu, Singo Ludoyo beranggapan bahwa dirinya sudah sampai ke Wengker, tetapi ternyata dia masih sampai di Gunung Liman. Dia marah-marah pada waktu itu sehingga dia mengobrak-abrik Gunung Liman itu dan sekarang tempat itu menjadi Simoroto. Akhirnya sebelum dia sampai ke tanah Wengker dia kembali lagi ke Kediri. Dia keluar digua Selomangklung. Sekarang nama tempat itu adalah selomangkleng.

Karena Dewi Sonmggo Langit sudah diboyong ke Wengker oleh Puijangganom dan tidak mau menjadi raja di Kediri, maka kekuasaan Kahuripan diberikan kepada kedua adiknya yang bernama Lembu Amiluhut dan Lembu Amijaya. Setelah Sangga Langit diboyong oleh Pujangganom ke daerah Wengker Bantar Angin, Dewi Sangga Langit mengubah nama tempat itu menjadi Ponorogo Jaranan muncul di kediri itu hanya untuk menggambarkan boyongnya dewi Songgo langit dari kediri menuju Wengker Bantar Angin. Pada saat boyongan ke Wengker, Dewi Sangga Langit dan Klana Sewandana dikarak oleh Singo Barong. Pengarakan itu dilakukan dengan menerobos dari dalam tanah sambil berjoget. Alat musik yang dimainkan adalah berasal dari bambu dan besi. Pada zaman sekarang besi ini menjadi kenong.

Untuk mengenang sayembara yang diadakan oleh Dewi Songgo Langit dan Pernikahanya dengan Klana Sewandono atau Pujangga Anom inilah masyarakat kediri membuat kesenian jaranan. Sedangkan di Ponorogo Muncul Reog. Dua kesenian ini sebenarnya memiliki akar historis yang hampir sama. Seni jaranan ini diturunkan secara turun temurun hingga sekarang ini.

Jaranan Dan Representasi Abangan[sunting | sunting sumber]
Jaranan pada zaman dahulu adalah selalu bersifat sakral. Maksudnya selalu berhubungan dengan hal-hal yang sifatnya gaib. Selain untuk tontonan dahulu jaranan juga digunakan untuk upacara-upacara resmi yang berhubungan dengan roh-roh leluhur keraton. Pada zaman kerajaan dahulu jaranan seringkali ditampilkan di keraton.

Dalam praktek sehari-harinya para seniman jaranan adalah orang-orang abangan yang masih taat kepada leluhur. Mereka masih menggunakan danyangan atau punden sebagai tenpat yang dikeramatkan. Mereka masih memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap roh-roh nenek moyangnya. Mereka juga masih melaksanakan praktik-praktik slametan seperti halnya dilakukan oleh orang-orang dahulu.

Pada kenyataanaya seniman jaranan yang ada di kediri adalah para pekerja kasar semua. Mereka sebagian besar adalah tukang becak dan tukang kayu. Ada sebagian dari mereka yang bekerja sebagai sebagai penjual makanan ringan disepanjang jalan Bandar yang membujur dari utara ke selatan.

Cliford Geertz mengidentifikasi mereka dengan sebutan abangan. Geertz memberikan penjelasan tentang praktik abangan. Masayarakat abangan adalah suatu sekte politio-religius dimana kepoercayaan jawa asli melebur dengan Marxisme yang Nasionalistis yang memungkinkan pemeluknya sekaligus mendukung kebijakan komunisdi Indonesia. Sambil memurnikan upacara-upacara abangan dari sisa-sisa Islam (Geertz 1983).
Diposkan oleh Unknown
Next
Newer Post
Previous
Older Post

Post a Comment

aprieztmkrdezign
218168578325095

Post a Comment

Subscribe to: Post Comments (Atom)
  • Populars
  • Comments
  • Archive
 
nn © 2013. All Rights Reserved.
Powered by Blogger
Top